Alaku

Mitos Bulan Safar Dibantah Islam, Ini Penjelasan Hadis dan Doa yang Dianjurkan

4 Sebab Terkabulnya Doa Menurut Hadist Nabi SAW – foto dok TheAsianparent

Jakarta – Anggapan bahwa bulan Safar identik dengan kesialan, musibah, atau datangnya berbagai bencana merupakan kepercayaan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang telah dibantah dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW menegaskan tidak ada kesialan yang melekat pada bulan tertentu, termasuk Safar.

Dalam buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender karya Ida Fitri Shohibah dijelaskan bahwa masyarakat Arab jahiliah meyakini bulan Safar sebagai waktu turunnya murka Allah sehingga dianggap membawa keburukan, terutama pada Rabu terakhir di bulan tersebut.

Islam kemudian meluruskan keyakinan itu. Menganggap sial bulan, hari, hewan, atau tanda-tanda tertentu termasuk perbuatan tathayyur, yaitu kepercayaan terhadap pertanda buruk yang dilarang dalam syariat.

Larangan tersebut ditegaskan Rasulullah SAW melalui hadis:

“Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada kesialan karena burung hamah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR Bukhari)

Sejumlah peristiwa dalam sejarah Islam juga menunjukkan bahwa bulan Safar bukan bulan yang harus dihindari. Rasulullah SAW diketahui menikahi Khadijah RA pada bulan Safar. Pernikahan Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah Az-Zahra juga berlangsung pada bulan yang sama, selain sejumlah perjalanan dan ekspedisi Rasulullah SAW.

Dalam buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya Handan Hamedan dijelaskan bahwa Islam mengajarkan hanya Allah SWT yang memberi manfaat maupun menolak mudarat. Keberkahan atau keburukan bukan berasal dari waktu tertentu, melainkan dari amal yang dilakukan seseorang pada waktu tersebut.

Karena itu, sebagian ulama bahkan menyebut bulan Safar sebagai Zafar yang berarti kemenangan atau menyebutnya Safar Al-Khoir, yakni bulan yang baik, sebagai penegasan bahwa tidak ada dasar syariat yang menganggap Safar sebagai bulan sial.

Adapun doa tolak bala tidak dikhususkan untuk bulan Safar dan dapat dibaca kapan saja. Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW berbunyi:

Bismillahilladzi la yadurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fissamaa’i, wa huwassamii’ul ‘aliim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Selain itu, terdapat doa tolak bala yang juga banyak diamalkan umat Islam sebagaimana dimuat dalam laman Kementerian Agama Kota Surabaya. Doa tersebut dipanjatkan sebagai permohonan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari berbagai musibah dan diberikan perlindungan dalam setiap keadaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan