Alaku

Ngantuk Saat Puasa Bukan Karena Nasi, Ini Penjelasan Dokter

Ngantuk Saat Puasa Bukan Karena Nasi, Ini Penjelasan Dokter. foto:canva

Bengkulu – Ngantuk saat puasa kerap menjadi keluhan banyak orang selama Ramadan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan menu sahur, terutama konsumsi nasi. Namun, anggapan tersebut dibantah oleh dokter spesialis gizi klinik yang menilai penyebab utama rasa kantuk justru berasal dari pola tidur dan asupan tubuh yang tidak seimbang, seperti dikutip dari detik.

Menurut dr Gaga Irawan Nugraha, SpGK, ngantuk saat puasa tidak berkaitan langsung dengan banyaknya nasi yang dikonsumsi saat sahur. Faktor terbesar justru berasal dari tubuh yang kurang bugar akibat waktu tidur yang terlalu larut.

“Orang yang ngantuk itu bukan karena kebanyakan makan nasi, tapi dia nggak bugar aja dan tidurnya terlalu larut,” kata dr Gaga dalam detikHealth dikutip Kamis (19/2/2026).

Selama Ramadan, jam tidur masyarakat memang berubah. Banyak orang harus bangun lebih awal, sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB untuk sahur, lalu melanjutkan salat Subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah itu, aktivitas harian seperti bekerja atau bersekolah tetap berjalan sehingga waktu tidur menjadi jauh berkurang. Kondisi inilah yang membuat ngantuk saat puasa sulit dihindari.

“Sebenarnya saat Ramadan itu memang tidur akan kurang, apa lagi ibu-ibu biasanya bangun jam 2 atau 3 (pagi) untuksiapin makan sahur. Ya, pasti akan ngantuk. Pintar-pintar atur waktu tidur aja dan olahraga,” ujarnya.

Selain kurang tidur, faktor lain yang memicu ngantuk saat puasa adalah asupan makan yang tidak mencukupi. Spesialis saraf dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Dina Meliana, SpS, menjelaskan bahwa porsi makan yang lebih sedikit selama puasa dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah.

“Dengan adanya penurunan kadar gula dalam darah pasti juga otak kan jadi sulit berkonsentrasi terus badan jadi lemah satu itu,” terangnya dalam detikHealth dikutip Kamis (19/2/2026).

Kondisi tubuh juga semakin mudah lemas apabila kebutuhan cairan tidak tercukupi saat sahur. Dehidrasi berpengaruh langsung pada energi tubuh, sehingga rasa lelah dan ngantuk saat puasa menjadi lebih dominan.

Untuk mengurangi rasa ngantuk saat puasa dan menjaga kebugaran, dokter menyarankan beberapa langkah sederhana. Di antaranya tetap berolahraga ringan pada sore atau malam hari setelah berbuka selama 20–30 menit, memilih menu sahur dengan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, buah, dan sayuran, serta mengatur suhu ruangan agar tetap sejuk.

Dengan pengelolaan tidur, makan, dan aktivitas yang tepat, ngantuk saat puasa dapat diminimalkan sehingga ibadah dan aktivitas harian tetap berjalan optimal sepanjang Ramadan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan