Puasa Ramadan dan Ginjal: Pasien dengan GFR di Bawah 40 Perlu Waspada

Jakarta – Puasa Ramadan mengharuskan umat Muslim menahan makan dan minum selama belasan jam. Bagi penderita gangguan ginjal, kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus karena berpotensi memengaruhi fungsi organ tersebut jika tidak dikelola dengan baik.
Dikutip dari detik, praktisi kesehatan Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K), menjelaskan bahwa pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal harus lebih berhati-hati ketika menjalankan puasa Ramadan, terutama jika kemampuan kerja ginjal sudah menurun cukup signifikan.
Salah satu indikator utama untuk menilai kondisi ginjal adalah glomerular filtration rate (GFR). Parameter ini menunjukkan kemampuan ginjal dalam menyaring limbah dan cairan dari darah.
Berdasarkan pedoman internasional Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO), fungsi ginjal dibagi dalam beberapa kategori. Nilai GFR sebesar 90 mL/menit/1,73 m² atau lebih menunjukkan fungsi ginjal normal. Angka 60–89 menandakan penurunan ringan, 30–59 menunjukkan penurunan sedang, 15–29 termasuk penurunan berat, sedangkan nilai di bawah 15 menandakan gagal ginjal tahap akhir.
Semakin rendah angka GFR, semakin menurun pula kemampuan ginjal menyaring limbah dan cairan dari darah.
Prof Nur menegaskan, pasien dengan nilai GFR di bawah 40 perlu berhati-hati saat menjalani puasa Ramadan dan sebaiknya berada dalam pengawasan medis.
“Yang paling berbahaya pada gangguan fungsi ginjal adalah kalau kekurangan cairan,” ujarnya.
Menurutnya, puasa Ramadan membuat tubuh tidak mendapat asupan cairan dalam waktu yang cukup lama. Pada orang dengan fungsi ginjal normal, kondisi ini umumnya masih dapat ditoleransi. Namun pada penderita gangguan ginjal, dehidrasi dapat menurunkan aliran darah ke ginjal dan mengganggu proses penyaringan.
Kondisi kekurangan cairan juga dapat menyebabkan tekanan darah menurun sehingga beban kerja ginjal meningkat. Dalam situasi tertentu, hal ini bahkan bisa memperburuk kondisi ginjal yang sebelumnya sudah mengalami gangguan.
Sementara itu, pasien dengan nilai GFR di bawah 15 mL/menit/1,73 m² termasuk dalam kategori gagal ginjal tahap akhir. Pada tahap ini, penderita biasanya memerlukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis atau transplantasi.
Dalam kondisi tersebut, puasa Ramadan umumnya tidak dianjurkan karena risiko dehidrasi serta ketidakseimbangan elektrolit dinilai dapat membahayakan kesehatan pasien.






