Studi: Inti Bumi Simpan Hidrogen Setara 45 Kali Air Laut

Los Angeles – Penelitian terbaru mengungkap kemungkinan adanya cadangan hidrogen dalam jumlah sangat besar di inti Bumi, setara hingga 45 kali volume air laut di seluruh dunia. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa air sudah hadir sejak awal pembentukan planet, bukan semata-mata berasal dari komet atau benda es yang menghantam Bumi di kemudian hari.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications tersebut menunjukkan bahwa proses pembentukan Bumi terjadi dari piringan gas dan debu yang kaya hidrogen, unsur paling ringan di alam semesta. Dengan demikian, keberadaan air di planet ini diduga telah berlangsung sejak fase awal evolusinya.
“Temuan ini benar-benar mengubah cara pandang kita mengenai asal-usul air di Bumi,” ujar Hilke Schlichting, profesor ilmu Bumi di University of California, Los Angeles (UCLA), seperti dikutip detikINET dari Scientific American.
Para ilmuwan selama ini mengetahui bahwa inti Bumi didominasi oleh besi. Namun, tingkat kepadatannya menunjukkan bahwa inti tersebut tidak sepenuhnya tersusun dari unsur itu saja. Mengidentifikasi unsur-unsur ringan yang bercampur di dalamnya menjadi kunci untuk memahami sejarah pembentukan planet.
Karena inti Bumi tidak dapat diakses secara langsung, para peneliti menggunakan simulasi komputer serta eksperimen laboratorium bersuhu dan bertekanan tinggi. Sampel unsur ditekan dalam sel paron berlian untuk meniru kondisi ekstrem di pusat Bumi. Tantangan utama dalam eksperimen ini adalah sifat hidrogen yang sangat ringan dan mudah menyebar.
Dalam riset tersebut, Dongyang Huang, profesor ilmu Bumi dan antariksa di Peking University, China, bersama timnya mengembangkan metode untuk ‘mengunci’ hidrogen selama proses eksperimen. Pendekatan ini memungkinkan mereka mengamati bagaimana silikon, oksigen, dan hidrogen berikatan di dalam besi saat planet terbentuk.
Dari rasio unsur yang diperoleh, para peneliti memperkirakan kandungan hidrogen di inti Bumi berkisar antara 0,07 hingga 0,36 persen dari total berat inti. Jika dikonversi, jumlah tersebut setara dengan hidrogen yang terkandung dalam 9 hingga 45 kali volume air laut di dunia.
Menurut tim peneliti, kandungan sebesar itu hanya mungkin terbentuk pada tahap awal pembentukan Bumi sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa siklus air telah berperan sejak inti mulai mendingin dan unsur hidrogen, silikon, serta oksigen mulai mengkristal di dalamnya.






