Studi: Video Games Bisa Mendukung Kesehatan Mental Anak dan Remaja

Jakarta – Bermain game menjadi aktivitas yang digemari banyak kalangan, termasuk anak-anak dan remaja. Di tengah kekhawatiran orang tua yang sering menganggap game hanya membuang waktu, sebuah penelitian dari Pusat Anak-anak Johns Hopkins yang diterbitkan dalam JAMA Pediatrics menunjukkan bahwa video games ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan mental.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa beberapa permainan video yang dirancang khusus dapat membantu menangani kecemasan, depresi, dan gangguan pemusatan perhatian serta hiperaktivitas (ADHD) pada anak-anak dan remaja. Tim peneliti juga menekankan bahwa dengan adanya kolaborasi antara psikolog, profesional klinis, dan desainer game, video games bisa menjadi alat yang lebih efektif dalam mendukung kesehatan mental anak.
Penanganan Kesehatan Mental melalui Video Games
Sekitar 20% anak-anak di Amerika Serikat diketahui memiliki gangguan mental, emosional, atau perilaku, menurut laporan Badan Riset dan Kualitas Kesehatan AS (AHRQ). Selama pandemi, angka ini bahkan meningkat. Video games kemudian muncul sebagai salah satu solusi untuk menangani masalah ini, terutama bagi anak-anak yang mengalami kesulitan mendapatkan akses ke perawatan kesehatan mental tradisional.
Contoh game yang membantu anak dengan ADHD melibatkan aktivitas yang mengharuskan mereka fokus pada beberapa tugas sekaligus. Sementara untuk anak-anak yang mengalami depresi atau kecemasan, game menggunakan konsep psikoterapi digital yang bisa diakses melalui perangkat seperti komputer atau ponsel.
Hasil Penelitian: Video Games dan Kesehatan Mental
Penelitian yang melibatkan 2.911 peserta usia 6-17 tahun menunjukkan bahwa intervensi video games dapat sedikit menurunkan gejala ADHD dan depresi, serta meningkatkan kemampuan anak-anak dalam mempertahankan fokus. Namun, efektivitas intervensi ini masih lebih rendah dibandingkan penanganan langsung oleh profesional.
Meski begitu, video games dianggap sebagai alternatif yang lebih mudah diakses dan dapat mengurangi stigma yang mungkin timbul saat mendapatkan terapi konvensional.
Durasi Bermain dan Batasan Waktu
Para peneliti juga menekankan pentingnya batasan waktu bermain video game. Anak yang bermain game selama 20 hingga 45 menit, tiga kali seminggu, menunjukkan hasil yang lebih baik dalam hal kesehatan mental dibandingkan mereka yang kecanduan bermain game dalam durasi yang terlalu lama.
Solusi Awal untuk Kesehatan Mental Anak
Menurut Joseph McGuire, Profesor Madya di John Hopkins University, video games bisa menjadi langkah awal dalam penanganan kesehatan mental anak, terutama ketika akses ke terapi individu masih sulit didapatkan. Meskipun masih ada keterbatasan dalam efektivitasnya, penelitian ini menunjukkan bahwa video games bisa menjadi bagian penting dalam mengatasi tantangan kesehatan mental anak di masa depan.






