Jakarta – Protein memang menjadi salah satu nutrisi penting bagi tubuh, mulai dari membantu pembentukan otot hingga menjaga fungsi organ. Namun, konsumsi protein secara berlebihan juga dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan yang sering tidak disadari.
Selain sebagai sumber energi, protein berperan dalam pembentukan antibodi, memperbaiki jaringan tubuh, hingga membantu proses metabolisme. Meski demikian, asupannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan harian tubuh.
Seperti diberitakan Detik, Perpustakaan Kedokteran Nasional menyebut kebutuhan protein ideal berkisar 10 hingga 35 persen dari total kalori harian. Kelebihan asupan protein disebut dapat membebani kerja ginjal dan memengaruhi metabolisme tubuh.
Salah satu tanda paling umum dari konsumsi protein berlebihan adalah munculnya aroma napas tidak sedap. Kondisi ini sering terjadi ketika seseorang menjalani pola makan tinggi protein namun rendah karbohidrat.
Saat tubuh kekurangan glukosa, metabolisme akan membakar lemak sebagai sumber energi melalui proses ketosis. Proses tersebut menghasilkan zat sisa seperti amonia yang memicu bau napas tajam atau menyerupai aroma buah busuk.
Selain itu, protein berlebih juga dapat memicu masalah pencernaan seperti sembelit maupun diare. Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga dapat memengaruhi kerja saluran cerna.
Kondisi bisa semakin buruk jika konsumsi serat dan karbohidrat ikut dikurangi. Padahal, serat memiliki peran penting dalam menjaga tekstur feses dan memperlancar sistem pencernaan.
Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi. Saat protein dipecah di hati, tubuh menghasilkan urea yang kemudian disaring ginjal dan dibuang melalui urine.
Semakin tinggi konsumsi protein, semakin berat pula kerja ginjal dan semakin sering tubuh buang air kecil. Jika tidak diimbangi asupan cairan yang cukup, kondisi itu dapat memicu dehidrasi dengan gejala seperti mulut kering hingga mual.
Tak hanya itu, konsumsi protein berlebihan juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Setiap satu gram protein mengandung sekitar empat kalori yang bila tidak dibakar tubuh akan disimpan menjadi lemak.
Karena itu, kebutuhan protein harian sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas fisik dan kondisi tubuh masing-masing. Rata-rata orang dewasa yang jarang berolahraga umumnya hanya membutuhkan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap hari.





