Medellin – Yayasan milik Bill Gates terlibat dalam program pelepasan sekitar 30 juta nyamuk setiap pekan di Kolombia untuk menekan penyebaran penyakit berbahaya seperti demam berdarah, Zika, chikungunya, hingga demam kuning.
Program tersebut dijalankan di Medellin, Kolombia, melalui kerja sama dengan World Mosquito Program. Meski terdengar tidak biasa, para ilmuwan menyebut langkah itu justru menjadi salah satu upaya efektif mengurangi penularan virus dari nyamuk ke manusia.
Nyamuk yang dilepas bukan hasil rekayasa genetika. Serangga tersebut merupakan spesies Aedes aegypti yang telah dibekali bakteri alami bernama Wolbachia.
Bakteri itu diketahui mampu menghambat perkembangan virus di dalam tubuh nyamuk sehingga peluang penularan penyakit ke manusia menjadi jauh lebih kecil.
Fasilitas di Medellin disebut sebagai salah satu pusat pembiakan nyamuk terbesar di dunia. Di laboratorium tersebut, peneliti memantau seluruh siklus hidup nyamuk mulai dari telur, larva, hingga dewasa sebelum akhirnya dilepas ke lingkungan masyarakat.
Menurut laporan Times of India, para ilmuwan memasukkan bakteri Wolbachia ke telur nyamuk di laboratorium, lalu membiakkan generasi berikutnya yang membawa bakteri tersebut secara alami.
Setelah dilepaskan, nyamuk-nyamuk itu akan berkembang biak dengan populasi lokal sehingga penyebaran Wolbachia meluas di alam liar. Semakin banyak nyamuk yang membawa bakteri tersebut, semakin kecil kemungkinan virus seperti demam berdarah menyebar ke manusia.
Program ini mulai dijalankan di Medellin sejak 2015 dan disebut telah menunjukkan hasil signifikan. Peneliti di Kolombia melaporkan adanya penurunan tajam kasus demam berdarah setelah pelepasan nyamuk Wolbachia dilakukan secara rutin.
Hasil serupa juga dilaporkan di Indonesia. Sejumlah wilayah yang menjalankan program pelepasan nyamuk Wolbachia tercatat mengalami penurunan angka infeksi demam berdarah serta berkurangnya jumlah pasien yang harus dirawat di rumah sakit.
Para ilmuwan menilai metode tersebut berpotensi menjadi solusi penting bagi negara-negara tropis yang selama ini menghadapi tingginya kasus penyakit akibat gigitan nyamuk.
Sebelumnya, nama Bill Gates sempat dikaitkan dengan berbagai isu mengenai nyamuk rekayasa genetika. Namun dalam program ini, nyamuk yang digunakan disebut tidak dimodifikasi secara genetik, melainkan hanya membawa bakteri alami yang dianggap aman bagi manusia.





