Jakarta – Pemerintah belum mengumumkan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 1 April 2026, di tengah beredarnya kabar di media sosial yang menyebut harga Pertamax dan sejumlah BBM nonsubsidi lain bakal melonjak tajam mulai awal bulan depan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi terkait harga BBM nonsubsidi. Ia menyebut penyesuaian harga untuk jenis nonsubsidi memang mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia dan ditetapkan badan usaha sebelum dilaporkan kepada pemerintah.
“Untuk BBM Nonsubsidi kita tunggu 1 April saja ya,” ujar Laode, dikutip detikFinance.
Meski demikian, Laode memastikan BBM subsidi tidak mengalami kenaikan harga. Pemerintah menegaskan Pertalite tetap dijual Rp 10.000 per liter dan Biosolar bertahan di level Rp 6.800 per liter.
“Yang penting untuk BBM Subsidi tidak ada kenaikan,” kata Laode.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan di tengah isu kenaikan harga yang ramai diperbincangkan. Menurut dia, stok BBM maupun LPG dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Stok BBM maupun LPG sangat aman dan memadai, agar tidak panic buying,” ujarnya.
Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) membantah informasi yang beredar di media sosial X terkait proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi. Dalam unggahan yang viral, harga Pertamax disebut-sebut bisa menembus Rp 17.000 hingga Rp 17.850 per liter, bahkan disertai potongan gambar bertanda “Confidential to Kementerian ESDM”.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan informasi tersebut bukan berasal dari Pertamina dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia menekankan hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM per 1 April 2026.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” kata Baron.
Baron mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Untuk mengetahui perkembangan harga BBM, masyarakat diminta mengakses saluran resmi perusahaan.
“Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” ujarnya.
Sementara itu, harga BBM nonsubsidi yang masih berlaku per 31 Maret 2026 merupakan harga penyesuaian terakhir sejak 1 Maret 2026. Untuk Pertamina, harga Pertamax tercatat Rp 12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp 13.100 per liter, Pertamax Green 95 Rp 12.900 per liter, Dexlite Rp 14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter.
Selain Pertamina, BBM nonsubsidi juga dijual oleh badan usaha lain seperti Shell, BP, dan Vivo. Untuk Shell, Shell Super dibanderol Rp 12.390 per liter dan Shell V-Power Diesel Rp 14.620 per liter, meski disebut saat ini belum memiliki ketersediaan BBM. Sementara BP menjual BP 92 Rp 12.390 per liter, BP Ultimate Rp 12.920 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp 14.620 per liter.
Adapun Vivo mematok harga Revvo 92 sebesar Rp 12.390 per liter, Revvo 95 Rp 12.930 per liter, serta Diesel Primus Rp 14.610 per liter. Seluruh harga tersebut masih menjadi acuan resmi sebelum pengumuman terbaru diumumkan pemerintah dan badan usaha pada 1 April 2026.
Di tengah spekulasi kenaikan akibat lonjakan harga minyak mentah dunia, pemerintah dan Pertamina sama-sama menegaskan belum ada keputusan final yang bisa dijadikan rujukan publik. Kepastian perubahan harga BBM nonsubsidi baru akan diketahui setelah pengumuman resmi pada Selasa (1/4/2026).





