Jakarta – Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada bulan Zulhijah, termasuk menjalankan puasa sunnah di sepuluh hari pertama. Namun, terdapat beberapa hari yang justru diharamkan untuk berpuasa karena termasuk rangkaian hari raya dalam Islam.
Larangan tersebut berlaku pada Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah dan tiga hari setelahnya yang dikenal sebagai Hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Ketentuan ini memiliki dasar kuat dari hadits Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda, “Rasulullah SAW melarang puasa pada dua hari: hari Idul Fitri dan hari Idul Adha.” Hadits tersebut diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.
Hari Raya Idul Adha menjadi momentum umat Islam untuk bergembira, menikmati hidangan, serta mensyukuri nikmat Allah SWT. Karena itu, puasa pada 10 Zulhijah dilarang, baik puasa sunnah maupun jenis puasa lainnya.
Selain Idul Adha, larangan juga berlaku pada Hari Tasyrik. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW memerintahkan Abdullah bin Hudzafah berkeliling di Mina untuk menyampaikan larangan berpuasa pada hari-hari tersebut.
“Jangan kalian berpuasa di hari-hari ini, karena ini adalah hari-hari untuk makan, minum dan dzikir mengingat Allah,” demikian hadits riwayat Ahmad dari Abu Hurairah RA.
Mayoritas ulama sepakat hukum puasa pada Hari Tasyrik adalah haram. Hari-hari tersebut masih termasuk bagian dari perayaan Idul Adha yang diisi dengan ibadah kurban, makan bersama, dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.
Di sisi lain, bulan Zulhijah tetap memiliki keutamaan besar, terutama pada sepuluh hari pertama. Rasulullah SAW menyebut amal saleh pada hari-hari itu sangat dicintai Allah SWT.
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah melebihi amal saleh pada sepuluh hari ini,” sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhari.
Karena itu, umat Islam tetap dianjurkan menjalankan puasa sunnah pada awal Zulhijah, termasuk puasa Arafah tanggal 9 Zulhijah bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Mengutip buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, Hari Tasyrik sendiri merupakan tiga hari setelah Idul Adha yang identik dengan anjuran memperbanyak takbir, tahmid, dan dzikir.
Sementara itu, dalam buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah dijelaskan, istilah “Tasyrik” berasal dari tradisi masyarakat Arab dahulu yang menjemur daging kurban di bawah sinar matahari.





