Rasulullah Ungkap Empat Ciri Golongan yang Masuk Surga Tanpa Hisab

Jakarta – Rasulullah SAW mengabarkan adanya golongan dari umat Islam yang memperoleh keistimewaan luar biasa, yakni masuk surga tanpa melalui hisab dan tanpa merasakan azab. Keutamaan tersebut disebutkan dalam sejumlah hadits yang juga menjelaskan sifat-sifat orang yang termasuk dalam golongan tersebut.
Dalam kitab Syarah Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan 2 karya Wafi Marzuqi Ammar, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Akan masuk surga 70.000 orang dari umatku tanpa hisab dan tanpa azab. Dan setiap seribu orang dari mereka membawa 70.000 orang lagi.” (HR. Ahmad).
Hadits lain menerangkan bahwa golongan tersebut memiliki karakter yang mencerminkan keteguhan iman dan tawakal kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Mereka itu tidak melakukan thiyarah (menganggap sesuatu membawa kesialan), tidak meminta untuk diruqyah, tidak menggunakan kay (pengobatan dengan besi panas), dan hanya kepada Rabb merekalah mereka bertawakal.” (HR. Bukhari).
Berdasarkan hadits tersebut, terdapat empat sifat utama yang menjadi ciri golongan yang dijanjikan masuk surga tanpa hisab.
Pertama, mereka tidak meminta diruqyah kepada orang lain. Sikap ini bukan berarti ruqyah dilarang dalam Islam, melainkan menunjukkan tingginya ketergantungan mereka kepada Allah SWT dalam memohon kesembuhan. Ruqyah yang sesuai syariat tetap diperbolehkan.
Kedua, mereka tidak memilih pengobatan menggunakan besi panas atau kay selama masih tersedia metode pengobatan lain. Pada masa dahulu, cara ini dilakukan dengan memanaskan besi kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.
Ketiga, mereka tidak mempercayai anggapan kesialan yang dikaitkan dengan burung, hari tertentu, tanggal, bulan, maupun tempat. Islam mengajarkan bahwa tidak ada pertanda sial karena seluruh peristiwa terjadi atas kehendak dan ketetapan Allah SWT.
Sifat yang paling utama adalah bertawakal kepada Allah SWT. Mereka tetap berikhtiar dan melakukan usaha terbaik, namun hati sepenuhnya bersandar kepada Allah sebagai satu-satunya pemberi manfaat dan penolak segala keburukan.
Keempat sifat tersebut menjadi gambaran keteguhan iman dan keikhlasan dalam berserah diri kepada Allah SWT, sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits tentang golongan yang memperoleh keutamaan masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.






