Alaku

Sholat Syuruq: Waktu Pelaksanaan, Tata Cara, dan Keutamaannya bagi Umat Islam

Sholat Syuruq, Waktu Pelaksanaan, Tata Cara, dan Keutamaannya bagi Umat Islam / Ilustrasi Sholat Foto: Rawpixel/Freepik

Bengkulu – Sholat syuruq merupakan salah satu sholat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu dhuha. Ibadah ini dikenal memiliki keutamaan besar, khususnya bagi umat Islam yang mengawali pagi dengan sholat Subuh berjamaah, dilanjutkan dzikir, lalu menunaikan sholat sunnah setelah matahari terbit, Selasa 10 Februari 2026.

Dikutip dari detik, pemahaman mengenai waktu, niat, tata cara, hingga keutamaan sholat syuruq menjadi penting agar pelaksanaannya sesuai tuntunan dan tidak melanggar waktu-waktu yang dilarang untuk sholat.

Definisi dan Waktu Sholat Syuruq

Dalam buku Sholat-sholat Tathawwu’ karya David Muhammad, dijelaskan bahwa kata syuruq berasal dari bahasa Arab yang berarti terbit. Istilah ini merujuk pada waktu terbitnya matahari.

Sholat syuruq adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit dan meninggi sekitar satu tombak menurut pandangan mata manusia. Waktu ini perlu diperhatikan karena umat Islam dilarang melaksanakan sholat ketika matahari tepat berada di garis terbit.

Larangan tersebut sebagaimana diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu. Ia mengatakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang sholat pada tiga waktu, yakni ketika matahari terbit hingga meninggi, ketika matahari tepat di tengah langit hingga tergelincir, serta ketika matahari condong ke barat hingga terbenam, sebagaimana tercantum dalam Hadis Riwayat Muslim.

Niat Sholat Syuruq

Masih mengacu pada buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah, niat sholat syuruq dibaca sebagai berikut.

أُصَلَّى سُنَّةَ الْإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatal isyraqi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta‘ala

Artinya: Aku niat sholat sunnah isyraq dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Sholat Syuruq

Pelaksanaan sholat syuruq pada dasarnya sama seperti sholat sunnah lainnya, yaitu dikerjakan sebanyak dua rakaat. Perbedaan utamanya terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya.

Urutan pelaksanaan sholat syuruq dimulai dengan membaca niat, dilanjutkan takbiratul ihram, membaca surah Al Fatihah, membaca surah pendek, rukuk, itidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud dengan tumaninah, sujud kedua, lalu berdiri untuk rakaat kedua.

Pada rakaat kedua, kembali membaca Al Fatihah dan surah pendek, rukuk, itidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, kemudian duduk tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam.

Doa Setelah Sholat Syuruq

Setelah menunaikan sholat syuruq, umat Islam dianjurkan untuk berdoa. Beberapa doa yang biasa dibaca berisi permohonan kebaikan, perlindungan dari keburukan, serta cahaya hidayah dari Allah SWT agar menyertai kehidupan dunia hingga akhirat.

Doa-doa tersebut bersumber dari berbagai kitab doa dan diamalkan oleh banyak ulama sebagai bagian dari rangkaian ibadah pagi.

Keutamaan Sholat Syuruq

Keutamaan sholat syuruq dijelaskan dalam buku Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh karya Ustadz M. Kamaluddin. Beberapa hadis menyebutkan pahala besar bagi orang yang melaksanakannya.

Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda bahwa siapa yang sholat Subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir hingga matahari terbit, lalu melaksanakan sholat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti haji dan umrah.

Hadis lain dari Abdullah bin Ghabir menyebutkan bahwa orang yang sholat Subuh berjamaah lalu berdiam diri berdzikir hingga masuk waktu dhuha, akan memperoleh ganjaran seperti haji dan umrah secara sempurna.

Menurut penjelasan Syaikh Utsaimin, sholat syuruq pada hakikatnya termasuk bagian dari sholat dhuha. Jika dikerjakan di awal waktu dhuha, tepat setelah matahari terbit dan meninggi setinggi tombak, maka disebut sholat syuruq. Sementara jika dikerjakan di pertengahan atau akhir waktu dhuha, maka dinamakan sholat dhuha.

Meski berbeda penyebutan, keduanya tetap berada dalam satu rangkaian ibadah sholat dhuha yang dianjurkan untuk memperbanyak amal sunnah di waktu pagi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan