Alaku

Sholawat Jawi Emprak Warisan Budaya yang Berharga

Sholawat Jawi Emprak Warisan Budaya yang Berharga – Foto Dok Harian Jogja

Mbah Kadi membuka pembicaraan dengan menguraikan makna dalam tembang pertama, “Yo Sayyid.” Ia menjelaskan bahwa tembang ini menceritakan tentang malaikat yang datang kepada Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah. Tembang ini menjadi awal dari Sholawat Jawi Emprak, mengingatkan kita akan pentingnya menyampaikan pesan-pesan ilahi dan cinta kasih kepada manusia.

Asung Salam: Memberi dan Meminta

Tembang kedua, “Asung Salam,” menurut Mbah Kadi, memiliki makna yang dalam. Ia menjelaskan bahwa kata “asung” dalam bahasa Jawa bisa diartikan sebagai memberi dan meminta. Tembang ini mengajarkan kita untuk saling memberi dan meminta dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan cerminan dari sikap kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama.

Montro-Montro: Meminta Kekuatan dari Gusti Allah

Mbah Kadi melanjutkan dengan menjelaskan bahwa tembang “Montro-Montro” adalah saat para penari Sholawat Jawi meminta kekuatan kepada Gusti Allah. Mereka merenungkan sifat rahman Allah dan berharap agar diberi kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ini adalah ungkapan rasa ketergantungan dan kerendahan hati terhadap Tuhan.

Alon-Alon: Berjalan dengan Kehati-Hatian

1 2 3 4 5

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan