Dokter Ingatkan Risiko Serius Jika Anak Minim Konsumsi Buah dan Sayur

Jakarta – Kebiasaan anak menolak makan sayur dan buah tak bisa dianggap sepele. Kekurangan serat dan vitamin dari dua kelompok pangan tersebut berisiko mengganggu tumbuh kembang hingga menurunkan daya tahan tubuh.
Spesialis gizi dr Juwalita Surapsari, M Gizi, SpGK, menegaskan orang tua tidak perlu panik, namun tetap konsisten mengenalkan buah dan sayur sejak dini. Hal itu ia sampaikan saat ditemui di sela agenda Health Corner “Gizi Lengkap, Anak Tinggi dan Cepat Tanggap” di Gedung Trans TV, Jumat (13/2/2026).
“Jangan khawatir, tetap harus diajarkan makan buah dan sayur. Karena, dalam buah dan sayur kandungan pertama yang kita pikir adalah serat,” jawab dr Juwalita.
Menurutnya, asupan serat yang tidak terpenuhi dapat memicu berbagai masalah kesehatan. “Sekarang yang namanya serat makanan kalau tidak terpenuhi, risiko penyakit macam-macam. Yang paling ditakutkan kanker usus besar, yang sekarang usianya sudah mulai makin maju yang kena, umur 20-30 tahun juga kena,” sambungnya.
Ia menjelaskan, buah dan sayur juga mengandung vitamin C yang berperan dalam membantu penyerapan zat besi serta bertindak sebagai antioksidan untuk menangkal berbagai penyakit.
Untuk mengatasi anak yang sulit makan sayur dan buah, dr Juwalita menyarankan orang tua memperkenalkan beragam jenis secara bertahap. Ia bahkan memiliki daftar masing-masing 20 jenis buah dan sayur yang biasa diperkenalkan kepada pasien anak.
“Masa nggak ada yang nyangkut? Sekarang, kita mulai dari practical dulu. Kalau jus nggak mau, coba buahnya kita bentuk kayak sate, dipotong kecil-kecil, ditusuk kayak sate,” tutur dr Juwalita.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan dan konsistensi orang tua dalam membiasakan pola makan sehat. “Dan yang utama adalah jangan pernah lupa untuk mencontohkan dan menawarkan anak berulang-ulang sampai mereka mau,” tambahnya.





