Keyboard Fisik Mulai Bangkit, Ponsel Bergaya BlackBerry Kembali Dilirik Pengguna

Jakarta – Setelah sempat dianggap usang sejak era layar sentuh mendominasi pasar smartphone, ponsel dengan keyboard fisik kini perlahan kembali menarik perhatian. Sejumlah startup teknologi mulai menghidupkan lagi konsep ponsel bergaya BlackBerry dan menciptakan ceruk pasar baru di industri gadget global.
Tren tersebut muncul setelah perusahaan seperti Clicks Technology dan Unihertz menghadirkan perangkat dengan tombol fisik sebagai alternatif di tengah dominasi smartphone layar penuh.
Kembalinya keyboard fisik ini dinilai bukan sekadar nostalgia bagi pengguna lama. Salah satu pendiri sekaligus Chief Marketing Officer Clicks Technology, Jeff Gadway, mengungkapkan hampir separuh konsumennya justru belum pernah memakai ponsel keyboard fisik sebelumnya.
“Mereka melihatnya bukan ajang nostalgia, melainkan sebagai cara yang sama sekali baru dan lebih terencana untuk menggunakan ponsel,” ujar Gadway, dikutip dari CNBC.
Popularitas perangkat bergaya BlackBerry tetap bertahan meski BlackBerry telah menghentikan produksi perangkat keras sejak 2016 dan menutup layanan perangkat lunaknya pada 2022.
Komunitas pengguna setia pun masih aktif di berbagai platform digital. Salah satunya forum Reddit r/BlackBerry yang kini memiliki lebih dari 25 ribu anggota dan rutin membahas perangkat klasik tersebut.
Bagi sebagian pengguna, kehadiran keyboard fisik dianggap membantu mengurangi ketergantungan terhadap media sosial dan kebiasaan doomscrolling atau menggulir konten tanpa henti.
Konten kreator teknologi Chonnie Alfonso mengaku penggunaan ponsel ber-keyboard membuat aktivitas membuka media sosial terasa kurang praktis sehingga membantu mengurangi screen time sehari-hari.
Menurut Gadway, konsep perangkat yang dikembangkan Clicks memang lebih menekankan fungsi inti seperti berkirim pesan dan komunikasi agar pengguna tetap fokus tanpa terlalu terdistraksi aplikasi lain.
Selain menghadirkan pengalaman berbeda, sejumlah fitur lama yang sempat hilang juga mulai kembali ditawarkan. Beberapa perangkat kini mendukung jack headphone 3,5 mm, memori eksternal, penutup belakang yang dapat diganti, hingga keyboard dalam berbagai bahasa.
Fitur tersebut dinilai menarik bagi pengguna tertentu, termasuk pecinta audio kabel hingga mereka yang membutuhkan aspek aksesibilitas lebih baik dibanding layar sentuh penuh.
Gadway menyebut sebagian pengguna dengan gangguan penglihatan atau kendala motorik merasa mengetik menggunakan tombol fisik jauh lebih nyaman dan minim kesalahan.
Pasar ponsel keyboard fisik pun semakin ramai setelah perusahaan seperti Zinwa Technologies dan iKKO ikut merilis perangkat serupa tahun ini.
Minat pasar terhadap perangkat tersebut juga terlihat dari kampanye Kickstarter Unihertz untuk generasi terbaru ponsel Titan yang berhasil menarik lebih dari 8.200 pendukung dan mengumpulkan dana lebih dari USD 4,8 juta hingga awal Mei 2026.
Meski demikian, segmen ini masih menghadapi tantangan, terutama kenaikan harga komponen akibat tingginya permintaan industri kecerdasan buatan atau AI terhadap pasokan memori global.






