Jakarta – Kebiasaan mengonsumsi telur rebus setiap hari disebut dapat memberi sejumlah manfaat bagi tubuh, mulai dari membantu rasa kenyang lebih lama hingga menjaga kesehatan mata. Namun, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Telur rebus selama ini dikenal sebagai menu praktis dengan kandungan protein tinggi. Karena itu, makanan ini kerap dipilih sebagai menu sarapan maupun bagian dari program diet harian.
Salah satu manfaat yang paling banyak dirasakan adalah tubuh lebih kenyang dan tidak mudah ngemil. Kandungan protein dalam telur dinilai membantu menekan rasa lapar lebih lama dibanding makanan tinggi karbohidrat sederhana.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan konsumsi telur saat sarapan dapat membantu mengontrol asupan kalori harian. Dalam studi yang dimuat di jurnal Nutrients, sarapan dengan telur disebut memberi efek kenyang lebih baik dibanding sarapan sereal pada sebagian peserta penelitian.
Selain itu, kuning telur mengandung kolin yang berperan penting dalam fungsi otak dan sistem saraf. Nutrisi ini dibutuhkan tubuh untuk membentuk asetilkolin, senyawa yang berkaitan dengan memori dan konsentrasi.
Sebuah studi acak terkontrol yang dipublikasikan di Lipids in Health and Disease menemukan konsumsi kolin dari kuning telur selama 12 minggu berkaitan dengan peningkatan fungsi memori verbal pada orang dewasa dan lansia sehat.
Tak hanya itu, telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang banyak ditemukan pada retina mata. Kandungan tersebut dinilai membantu melindungi mata dari stres oksidatif dan penurunan fungsi penglihatan akibat pertambahan usia.
Menurut penelitian dalam The Journal of Nutrition, konsumsi satu telur per hari selama beberapa minggu dapat meningkatkan kadar lutein dan zeaxanthin dalam darah tanpa perubahan signifikan pada profil kolesterol peserta sehat.
Di sisi lain, anggapan bahwa telur selalu memicu kenaikan kolesterol mulai dipertanyakan dalam sejumlah penelitian terbaru. Review dalam jurnal Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition menyebut konsumsi telur dalam jumlah wajar umumnya tidak selalu berdampak buruk terhadap kadar kolesterol darah pada orang sehat.
Meski demikian, orang dengan kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung tetap diminta lebih berhati-hati dalam mengatur konsumsi telur dan disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Selain mendukung kesehatan tubuh, kandungan protein dan biotin dalam telur juga disebut membantu pembentukan keratin yang penting bagi kesehatan rambut dan kuku. Efeknya dinilai lebih terasa pada orang yang sebelumnya kekurangan asupan protein atau nutrisi tertentu.
Seperti diberitakan DetikHealth, konsumsi sekitar satu hingga dua butir telur per hari umumnya masih dianggap aman bagi kebanyakan orang sehat jika diimbangi pola makan seimbang dan tidak berlebihan dalam konsumsi lemak jenuh.





